Statistik dalam Excel


I. Pendahuluan

Statistik disebut juga numerical description karena banyak berhubungan dengan angka. Statistik merupakan sekumpulang data yang dipakai untuk melakukan berbagai analisis terhadap data tersebut, seperti melakukan peramalan, uji hipotesis dll.

Dalam penelitian, statistik dibagi menjadi statistik deskriptif dan induktif atau inferensia. Statistik deskriptif dilakukan untuk mendeskripsikan berbagai karakteristik data, seperti rata-rata, variasi data dll. Sedangkan statistik inferensia mengolah data dari sebuah sampel melalui peramalan, perkiraan, pengambilan keputusan dll.

Excell merupakan suatu program spreadsheet dalam software komputer untuk mengolah data dengan bantuan fasilitas bantu (Add Ins) dalam menu Data Analysis untuk berbagai keperluan analisis, seperti regresi, korelasi, uji-t, grafik, diagram, dll.

Untuk melakukan perhitungan statistik, Excell menyediakan dua menu program, yaitu menu Function dengan icon fx atau Data Analysis. Untuk mengaktifkan menu Function cukup dengan langsung meng-klik icon fx atau klik Insert lalu klik Function, sehingga muncul box display Insert Function, lalu klik menu dalam box Most Recently Used dan klik menu Statistical untuk penegasan program statistik yang akan dilakukan, lalu pilih menu statistik yang ada dalam box tersebut. Menu ini digunakan untuk menghitung atau mengolah data khusus, seperti jumlah total, tendensi (rata-rata, median, modus), korelasi, chi-test, kenormalan distribusi, dll. Lihat contoh.

Untuk dapat mengaktifkan program Data Analysis dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut :

  1. Klik menu Tools lalu klik menu Add Ins, sehingga muncul box display Add Ins. (Catatan : Bila setelah meng-klik Add Ins belum memunculkan program Data Analysis, maka komputer akan otomatis meng-install program tersebut, dan tunggu sampai selesai meng-install, sehingga akan muncul menu Data Analysis, dan Excell siap mengerjakan statistik). Selanjutnya bila akan mengaktifkan program statistik cukup klik Tools lalu klik Data Analysis.

  1. Setelah muncul menu Add Ins, klik untuk memberi cek list dalam kotak Analysis ToolPak dan Analysis ToolPak VBA untuk mengaktifkan program statistik, lalu klik OK.
  2. Pilih salah satu menu analisis yang diinginkan dalam box Data Analysis. Lalu OK. Lihat contoh.

II. Statistik Deskriptif

Statistik ini digunakan untuk pengolahan, peringkasan dan penyajian (grafis/tabel) data hasil pengamatan sebelum diambil kesimpulan secara statistik inferensia.

Contoh :

Hasil UAS Statistik dari 20 mahasiswa adalah sebagai berikut :

No. Urut

Hasil Ujian

1

56

2

74

3

81

4

65

5

70

6

54

7

63

8

74

9

82

10

95

11

65

12

56

13

78

14

56

15

84

16

92

17

56

18

77

19

68

20

71

Langkah pengerjaan :

  1. Klik menu Tools, lalu klik Data Analysis, klik Descriptive Statistics. OK.
  2. Untuk mengisi Input Range, klik dalam kolom tersebut. Lalu drag data hasil ujian semuanya, sehingga dalam kolom tersebut tertera sederetan kolom-baris data yang didrag.

  1. Klik Columns dalam Grouped by untuk menegaskan bahwa data dalam bentuk kolom, atau rows bila dalam bentuk baris.
  2. Abaikan dulu Label in First Row untuk memberi keterangan judul label.
  3. Supaya data output ada dalam kertas kerja (worksheet) yang sama, klik Output Range. OK.
  4. Klik cek list pada kotak Summary Statistics, Confidence Level for Mean, Kth Largest, dan Kth Smallest. OK. Hasil pengolahan yang didapatkan dianggap berada pada derajat kepercayaan (confidence level) 95% atau tingkat signifikansi 5% (0,05). Kth Largest dan Kth Smallest adalah data terbesar dan terkecil yang tercatat.
  5. Hasil Pengolahan (Summary Statistics) :

Column1

Mean

70,85

Standard Error

2,735993036

Median

70,5

Mode

56

Standard Deviation

12,23573283

Sample Variance

149,7131579

Kurtosis

-0,697221041

Skewness

0,323103969

Range

41

Minimum

54

Maximum

95

Sum

1417

Count

20

Largest(1)

95

Smallest(1)

54

Confidence Level(95,0%)

5,726499225

  1. Analisis Data
  1. Mean (x) atau rata-rata nilai UAS adalah 70,85
  2. Standard Error adalah penyimpangan rata-rata sampel sebesar 2,735…
  3. Median (titik tengah) adalah 70,5 (untuk uji normalitas).
  4. Mode (modus) atau data yang paling banyak muncul adalah 56.
  5. Standard Deviation (SD) atau (σn-1) adalah 12,23573283 atau 12,24. Artinya, nilai UAS berada pada rentang x ± σ atau (70,85 ± 12,24) atau antara 58,61 sampai 83,09.
  6. Sample Variance adalah kuadrat dari SD atau σ2 yaitu 149,7131579.
  7. Kurtosis adalah tingkat keruncingan grafis sebesar 0,697… dengan tingkat kemencengan ke kanan (Skewness positif) sebesar 0,323…
  8. Range adalah selisih (luas) data tertinggi (maksimum = 95) dengan terendah (minimum = 54), yaitu 41.
  9. Sum adalah jumlah total nilai 1417 dari 20 sampel (Count).
  10. Confidence Level (95%) sebesar 5,726…Artinya, tingkat kepercayaan hasil UAS berada di level : x ± 5,726 … atau antara 65,124 sampai 76,576.
  1. Histogram

Bertujuan untuk menggambarkan hasil pengolahan data secara grafis dalam membantu pengambilan keputusan. Langkah-langkahnya :

  1. Buat distribusi frekuensi dengan menghitung dulu kelas interval, jumlah kelas dll dengan program BIN, sebagai berikut :

1) Range = 41

2) Jumlah Kelas = (1 + 3,32 log n) atau (1 = 3,32 log 20), sehingga jumlah kelas sekitar (1 + 3,32 x 1,301) = 5. Atau tentukan sesuai kehendak anda, Misalnya 10.

3) Lebar interval = = = 4 (Atau tentukan sesuai kehendak anda dengan mengambil angka ganjil, untuk mempermudah mencari titik tengah dalam statistik lanjutan, misalnya 3.

  1. Buat BIN Range dengan kerangka distribusi frekuensi dalam Excell.

Hasil UAS

Frekuensi (f)

BIN Range

54 – 58

58

59 – 63

63

64 – 68

68

69 – 73

73

74 – 78

78

79 – 83

83

84 – 88

88

89 – 93

93

94 – 97

97

Angka 97 tidak diikutsertakan, sehingga Excell secara otomatis menyatakan output tersebut dengan MORE.

  1. Pembuatan Histogram

1) Klik Tools lalu Data Analysis, lalu klik Histogram atau menu grafis lain sesuai yang diinginkan. OK. Lalu muncul menu grafis (Histogram).

2) Drag mouse ke arah Hasil UAS dalam poin b. (Teks Hasil UAS jangan diikutsertakan).

3) Ulangi langkah 2) Drag mouse ke arah data BIN.

4) Cek list semua kotak Pareto, Chart dll, yang akan ditempatkan pada worksheet yang sama. OK, sehingga didapatkan output sebagai berikut :

Bin

Frequency

Cumulative %

Bin

Frequency

Cumulative %

58

5

25,00%

58

5

25,00%

63

1

30,00%

78

4

45,00%

68

3

45,00%

68

3

60,00%

73

2

55,00%

73

2

70,00%

78

4

75,00%

83

2

80,00%

83

2

85,00%

63

1

85,00%

88

1

90,00%

88

1

90,00%

93

1

95,00%

93

1

95,00%

97

1

100,00%

97

1

100,00%

More

0

100,00%

More

0

100,00%

  1. Analisis Hasil dari Tabel

1) Cummulative Percentage (data BIN kiri) merupakan persentase masing-masing frekuensi secara kumulatif. Misalnya untuk Hasil UAS ≤ 58 didapat frekuensi 5, sehingga :

x 100 25%

Sedangkan untuk Hasil UAS ≤ 63 didapat frekuensi 1, sehingga : x 100

= 5% sehingga persentase kumulatif data 1 dan 2 sebesar 30% Dst.

2) Pareto (data BIN kanan) sama dengan distribusi frekuensi, tapi penyusunannya dimulai dari frekuensi tertinggi.

3) Chart output disajikan dalam bentuk histogram

4) Chart output dengan bentuk lain, tinggal klik Insert pada program Excell yang sedang dikerjakan, lalu pilih bentuk yang diinginkan, sehingga muncul box Chart Wizard Step 1. Misalnya klik XY (Scatter). Klik Next sampai muncul box dialog Chart Wizard Step 2. Lalu klik Data Range dengan data kolom Bin dan Frekuensi dari tabel output. Kemudian Series in di cek list, lalu klik Next sehingga didapat box dialog Chart Wizard Step 3. Klik Title untuk memberi judul Chart pada tiap sumbu dengan memberi nama ke dua sumbu x dan y. Atau klik Gridlines untuk memberi garis batas, dst. lalu Next, sehingga muncul Chart Wizard Step 4 untuk menempatkan chart pada worksheet yang sama, klik As Object in. Terakhir klik Finish, sehingga muncul chart yang diinginkan, yaitu Scatter XY berikut :

III. Uji Chi-Square

Digunakan untuk menguji kenormalan data dan menguji perbedaan dua proporsi sampel atau lebih, yang mana frekuensi data yang diamati (hasil observasi) berbeda nyata atau tidak dengan frekuensi data yang diharapkan (expected value). Sebelum data statistik deskriptif diolah secara inferensia, seharusnya diolah dulu dengan uji kenormalan distribusi frekuensi atau NORMDIST, apakah terdistribusi normal atau tidak, menggunakan Uji Chi-Square (X2), yang selanjutnya dapat digunakan untuk statistik parametrik yang mensyaratkan data harus terdistribusi normal.

Untuk menguji kenormalan distribusi data pada contoh Statistik Deskriptif Hasil UAS sebelumnya bisa dilakukan dengan langkah-langkah berikut :

1. Buat tabel Batas Bawah (BB) dan Batas Atas (BA) dari kerangka BIN Range yang sudah didapatkan dengan cara masing-masing mengurangi setengah dan menambah setengah dari data range, yaitu

Hasil UAS

Frekuensi Oi atau (f)

54 – 58

5

59 – 63

1

64 – 68

3

69 – 73

2

74 – 78

4

79 – 83

2

84 – 88

1

89 – 93

1

94 – 97

1

Menjadi

2. z =

  1. mhn maaf sangt bru terbls.
    dg excel 2007 mmng agak libet.
    ttp anda langsng bk ke menu data analysis
    prinsip krjanya = excel 2003
    trims komennya
    sy br bk lg ni www. lg sibuk2nya.
    anda bs email ke ddn_ramd@yahoo.com
    ntar sy kirim pk attchmnt, ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: