Operasi Dasar SPSS 16.0

<!– /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:””; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} @page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0 {mso-list-id:1426800859; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:-1724641218 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 {mso-level-tab-stop:36.0pt; mso-level-number-position:left; text-indent:-18.0pt;} ol {margin-bottom:0cm;} ul {margin-bottom:0cm;} –>


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

Operasi Dasar SPSS

(SPSS 16,0 for Windows)

  1. Installkan program SPSS kedalam HD Program dalam PC.
  2. Setelah terinstall, aktifkan program SPSS.
  3. Klik Type in Data untuk memasukkan data tiap variabel. Begitu data ditulis, maka kolom nama variabel akan muncul sebagai VAR 0001. VAR 0001 bisa diganti dengan nama variabel dengan menu yang lain pada operasi selanjutnya.
  4. Tuliskan data masing-masing variabel secara lengkap, baik variabel bebas (independen), biasanya sebagai VAR 0001 dan atau VAR 0002, maupun variabel terikat (dependen), biasanya sebagai VAR 0003 (bila terdiri dari 3 variabel).
  5. Klik Menu Analyze lalu Descriptive Statistics.
  6. Dalam menu Descriptive Statistics pilih menu/program awal yang diinginkan. Sebaiknya lakukan proses Frequencies dan Descriptive untuk mendapatkan gambaran umum semua variabel.
  7. Dalam ke dua menu tersebut terdapat kotak dialog untuk memasukkan data tiap variabel sesuai dengan statusnya, dependen atau independen. Klik variabel yang diinginkan, lalu klik tanda panah. Klik kotak statistics, lalu charts, kecuali kotak percentile, untuk mendapatkan semua hasil operasi yang diinginkan. Jangan lupa klik continue untuk masing-masing menu. Setelah lengkap, klik OK.
  8. Untuk mendapatkan hasil proses menu lain yang dibutuhkan, klik Compare Means, lalu klik semua menu yang diinginkan, terutama One-sample t-test, Paired-samples t-test, dan Oneway ANOVA. Untuk yang terakhir ANOVA gunakan variasi cross VAR 0001 – VAR 0003 dan VAR 0002 – VAR 0003.
  9. Untuk mencari hubungan korelasional, klik correlate, lalu bivariate. Masukkan data semua variabel sesuai statusnya. Klik Rumus Pearson, Kendall dan Spearman untuk 2-tailed (dua ekor kurva), lalu klik statistics dan tandai klik semua.
  10. Untuk mencari hubungan regresi, klik Regression, lalu linear, dan masukkan data dari semua variabel sesuai dengan statusnya. Klik statistics, lalu klik plot untuk mendapatkan gambar jenis kurva yang diinginkan.
  11. Untuk mencari chisquare, klik Nonparametric test. Klik chisquare.
  12. Menu statistik yang lain bisa dicoba dengan mengklik program yang diinginkan.
  13. Semua hasil proses SPSS dari data masing-masing variabel terlampir dalam worksheet yang sama sejumlah beberapa halaman, dan bisa di-copy-paste ke Program Words, atau bisa langsung di-print.
  14. Penafsiran hasil proses SPSS sama dengan hasil proses Statistik dalam Excell.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: